Thursday, June 23, 2011

Himbauan Bagi Calon Peserta PLPG 2011

Himbauan Bagi Calon Peserta PLPG 2011
Panitia Sertifikasi Guru Rayon 144


1) Peserta diharuskan membawa referensi dan data yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing.
2) Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran diharuskan membawa kurikulum, buku, referensi dan contoh RPP.
3) Guru BK diharuskan membawa buku, referensi, contoh rencana program layanan dan bimbingan, contoh laporan pelaksanaan bimbingan dan data-data relevan.
4) Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan diharuskan membawa buku, referensi, contoh RKA, RKM, contoh laporan kepengawasan dan data-data relevan.
5) Semua peserta PLPG diharapkan membawa Laptop.
6) Semua peserta diharapkan untuk membawa :
A. Surat tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
B. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku(KTP, SIM).
C. Surat keterangan sehat dari dokter.
D. Penunjang diklat: KTSP, silabus, tiga contoh Satuan Kegiatan Harian untuk guru TK (3 materi yang berbeda), tiga contoh RPP untuk guru SD (3 mapel yang berbeda), tiga contoh RPP untuk guru SMP, SMA, dan SMK (3 materi yang berbeda).
E. Bahan pustaka/buku teks, media pembelajaran yang akan dipakai waktu praktik pembelajaran, proposal PTK, dan diharapkan membawa laptop.
F. Perlengkapan pribadi: pakaian untuk 10 hari termasuk pakaian hangat, pakaian olahraga, obat-obatan persediaan pribadi, dll.
G. Peserta yang tidak dapat hadir memenuhi panggilan PLPG ini, diharap menyampaikan surat izin diri kepada PSG Rayon 144 Universitas Muhammadiyah Malang, Selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan PLPG.

PEMANGGILAN PESERTA PLPG

Nomor : E.5.b/680/FKIP-UMM/VI/2011 4 Juni 2011
Lamp. : 1 (satu) eksemplar
Hal : Pemanggilan Peserta PLPG Tahap I
Yth : 1. Kepala Diknas Kabupaten Malang
2. Kepala Diknas Kabupaten Blitar
3. Kepala Diknas Kota Blitar
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Berkenaan dengan pelaksanaan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi
Guru) Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2011, kami Panitia Sertifikasi
Guru Rayon 44 Universitas Muhammadiyah Malang akan melaksanakan
kegiatan ini selama 5 tahap, tahap I tanggal 9 s.d 18 Juni 2011, tahap II
tanggal 20 s.d 29 Juni 2011, tahap III tanggal 30 Juni s.d 9 Juli 2011, Tahap
IV tanggal 11 s.d 20 Juli 2011, dan tahap V tanggal 21 s.d 30 Juli 2011.
Untuk itu, kami berharap Bapak berkenan menugaskan peserta PLPG tahap
I sebagaimana terlampir pada:
hari, tanggal : Kamis, 9 Juni 2011
pukul : 12 .00 s.d 13.30 WIB
Check in dan penyelesaian urusan administrasi
hotel : terlampir
alamat : terlampir
Di samping itu, kami harap para peserta membawa perlengkapan sebagai
berikut:
1. Surat tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
2. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku(KTP, SIM).
3. Surat keterangan sehat dari dokter.
4. Penunjang diklat: KTSP, silabus, tiga contoh Satuan Kegiatan Harian
untuk guru TK (3 materi yang berbeda), tiga contoh RPP untuk guru SD
(3 mapel yang berbeda), tiga contoh RPP untuk guru SMP, SMA, dan
SMK (3 materi yang berbeda).
5. Bahan pustaka/buku teks, media pembelajaran yang akan dipakai waktu
praktik pembelajaran, proposal PTK, dan diharapkan membawa laptop.
6. Perlengkapan pribadi: pakaian untuk 10 hari termasuk pakaian hangat,
pakaian olahraga, obat-obatan persediaan pribadi, dll.
7. Peserta yang tidak dapat hadir memenuhi panggilan PLPG ini, diharap
menyampaikan surat izin diri kepada PSG Rayon 44 Universitas
Muhammadiyah Malang.
Atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tembusan Yth. :
1. Bpk. Rektor UMM
2. Pimpinan LPTK Mitra.

Sunday, June 19, 2011

Pembelajaran di Sentra Ritmik-Musikal

Pembelajaran di Sentra Ritmik-Musikal

Sentra ritmik-musikal adalah suatu arena atau tempat yang dikondisikan sedemikian rupa untuk mengoptimalkan proses eksplorasi kecerdasan ritmik-musikal.

Definisi Kecerdasan Ritmik-Musikal

Menurut Howard Gardner, Kecerdasan Logika Matematika adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan nada di dalam benaknya, mengingatnya, dan secara emosional terpengaruh olehnya. Hampir semua orang dapat terpengaruh oleh musik. Musik dapat mengungkapkan emosi yang tidak dapat disampaikan dengan bentuk seni lainnya. Jika seorang anak kurang berbakat di dalam musik, perlu suatu upaya untuk mengembangkannya karena pada dasarnya tidak ada seorang pun yang sama sekali tidak memiliki apresiasi terhadap musik.

Dari sudut pandang neurologis, kecerdasan ritmik-musikal merupakan kecerdasan yang paling perlu dan mendesak untuk dikembangkan bahkan ketika seseorang masih dalam kandungan. Dari semua bentuk kecerdasan, kecerdasan musiklah yang paling besar pengaruhnya terhadap otak (Lwin, dkk.). Kekuatan musik, irama, suara, dan getaran dapat menggeser pikiran, memberikan ilham pengabdian religius, meningkatkan rasa nasionalisme, mengungkapkan kasih sayang yang dalam bagi orang lain, dan dapat menampilkan rasa kehilangan atau duka yang mendalam.
Ada beberapa arti penting kecerdasan ritmik-musikal bagi perkembangan seorang anak, antara lain:
1. Meningkatkan kreativitas dan imajinasi
Musik berperan sebagai stimulan setiap kali seseorang memerlukan peningkatan kreativitas dalam kehidupannya. Musik melatih seluruh otak karena ketika mendengarkan sebuah lagu, otak kiri (bahasa, logika, matematika dan akademik) memproses lirik, sementara otak kanan (irama, sajak, gambar, emosi dan kreativitas) memproses musik.

2. Meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan lainnya
Musik dapat meningkatkan pemikiran matematis, khususnya pemikiran abstrak, pada anak. Ada bukti ilmiah yang mengaitkan musik dengan peningkatan kecerdasan dan prestasi di sekolah pada anak-anak. Georgi Lozanov, seorang psikiater berkebangsaan Bulgaria, menganjurkan cara terbaik untuk meningkatkan pembelajaran bagi anak bergaya belajar auditori yakni dengan meperdengarkan musik dengan irama yang konsisten (ajeg) ketika membaca atau mendengarkan bahan yang harus dipelajari. Musik juga dapat membangkitkan semangat dan minat membaca, berpikir dan memahami budaya yang berbeda. Tidak hanya itu, musik juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan kecerdasan lain seperti visual-spasial, sains, linguistik, interpersonal, dan intrapersonal.

3. Meningkatkan daya ingat
Sebelum ada bahasa tulis, musik merupakan salah satu cara penting yang digunakan oleh suku-suku kuno untuk mentransformasikan pengetahuan dan informasi dari satu generasi ke genarsi berikutnya. Informasi dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian dinyanyikan. Dengan demikian informasi dan pengetahuan akan mudah diingat dan ingatannya cenderung bertahan lama.

4. Memiliki dampak terapi
Musik dapat menghibur hati yang sedang bergejolak karena musik memiliki kemampuan mengarahkan tingkah laku dengan menenangkan dan memusatkan. Kecerdasan musik memungkinkan seseorang untuk mengungkapkan perasaannya, bersantai, dan bersemangat. Orang sering lari ke musik ketika memerlukan kedamaian dan hiburan, atau untuk melawan tekanan karena musik memberikan suasana santai bahkan pada saat yang paling sulit sekalipun.
Menurut Lwin, dkk ada beberapa tanda yang dapat dikenali untuk mengetahui kecerdasan ritmik-musikal seorang anak, antara lain:
1. Suka mendengar musik atau irama dengan bersungguh-sungguh
2. Memperlihatkan minat yang besar untuk menonton pertunjukan musik
3. Menunjukkan kemampuan bawaan untuk menirukan musik atau irama
4. Senang menyanyi
5. Sering bersenandung sendiri
6. Mampu mengenal dan menyebut sejumlah lagu
7. Bisa memilih suatu instrumen musik dan belajar memainkannya
8. Mempertahankan dan menghasilkan kembali melodi yang panjang dan irama yang relatif rumit
9. Senang menciptakan instrumen musik atau bunyi yang baru
10. Berbicara dan bergerak menurut irama
Beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan kecerdasan ritmik-musikal antara lain:
1. Memperdengarkan kepada anak berbagai ragam musik
Aktivitas mendengarkan musik membantu anak mengembangkan fokus dan merangsang imajinasi. Tingkat kerumitan pola suara pada musik berpengaruh terhadap pola pikir seorang anak. Semakin baik bagi perkembangan pola pikir anak. Namun, musik tidak hanya ditujukan untuk pembentukan pola pikir, melainkan juga untuk kepentingan-kepentingan lainnya seperti meningkatkan konsentrasi, memusatkan perhatian, membangkitkan semangat, menenangkan kegalauan, dan sebagainya. Oleh karenanya, berbagai jenis musik hendaknya diperkenalkan kepada anak, meliputi: musik santai, musik pemusat perhatian, musik pembangkit semangat, musik dari berbagai jenis budaya, dan lain-lain.
2. Mendorong aktivitas dengan irama dan gerakan
Bergerak mengikuti irama musik membantu meresapi konsep musikal abstrak seperti irama makro dan nuansa kecepatan. Gerakan sebagai suatu sarana bagi anak untuk mengungkapkan perasaan dan mengembangkan pengendalian nafsu dan keterampilan motorik kasar. Gerakan juga memenuhi fungsi primer telinga dalam (telinga pikiran) yang merupakan orientasi keseimbangan dan spasial.

3. Memberi kesempatan untuk memainkan instrumen musik
Memainkan instrumen adalah karakteristik yang masih diperdebatkan tentang pengalaman musikal berdasarkan keterampilan, yang mengharuskan fungsi otak yang berbeda (auditori, visual, kognitif, afektif dan motorik) digunakan secara simultan. Insrumen musik sederhana sangat penting artinya dalam memetakan secara visual hubungan antara suara tinggi dan rendah hingga menemukan tangga nada. Instrumen irama memberikan kesempatan untuk melatih kompetensi pukulan dan irama dan juga menemukan cara-cara kreatif untuk menghasilkan suara.

4. Memberi kesempatan vokalisasi
Pada hakikatnya setiap anak dilahirkan dengan kecerdasan musik yang cukup untuk mencapai kompetensi dasar musikal atau kemampuan untuk bernyanyi menurut kunci dan mempertahankan derap yang tepat. Anak-anak belajar bernyanyi secara alami. Bernyanyi mengajarkan ketepatan tinggi rendahnya nada dan membantu melatih telinga dan belajar mendengarkan musik di pikiran seseorang. Ketika kita membina suara anak, kita juga membantu mengembangkan suatu kecerdasan musik yang kemudian dapat bergeser ke bidang lain seperti memainkan sebuah instrumen. Supaya anak-anak memperoleh manfaat intelektual sepenuhnya dari musik, mereka perlu diajari dasar-dasar musik, khususnya pola tinggi rendahnya nada dan irama dan juga bagaimana membaca dan menulis not. Beberapa kegiatan yang dapat dimainkan anak-anak untuk melatih vokalisasi adalah dengan menyanyi lagu-lagu daerah atau lagu prasekolah yang menarik di taman bermain atau karaoke. Anak-anak dapat bernyanyi dan menari mengikuti lagu.




Kegiatan di Sentra Ritmik-Musikal untuk Anak Usia 2-4 tahun

Saturday, June 18, 2011

Pengembangan Paket Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Kelas VII

ABSTRAK
Jannah, Miftakhul. Pengembangan Paket Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Kelas VII Di SMP Hasanuddin Dengan Model R2D2. Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, Pembimbing II Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A.

Kata Kunci: pengembangan, paket pembelajaran Bahasa Inggris, Model R2D2

Kedudukan bahasa Inggris di Indonesia adalah sebagai bahasa asing yang dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan. Hal ini sesuai dengan UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 33 ayat 3 yaitu bahwa bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk mendukung kemampuan berbahasa asing peserta didik (UU RI. No.20 Tahun 2003). Dalam pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia, Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang dijadikan kurikulum inti untuk sekolah menengah. Sejak tahun 2004 Bahasa Inggris dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang dapat menentukan lulus tidaknya pebelajar. Pembelajaran Bahasa Inggris dengan memanfaatan buku sebagai bahan ajar dikelas masih sangat dominan. Bahan ajar yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran masih bahan ajar instan belum memperhatikan kebutuhan pengguna. Model pengembangan bahan ajar R2D2 model yang melibatkan pengguna dalam penyusunan bahan ajar. Pelibatan pengguna dalam penyusunan bahan ajar mendukung pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau disebut juga dengan kurikulum 2006. Hal ini dapat dilihat dari salah satu prinsip pengembangan KTSP “berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dalam lingkungannya”(lampiran PP No. 22 tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006). Dengan terlibatnya pengguna dalam penyusunan bahan ajar, maka kebutuhan pengguna akan dapat terakomodasi dengan baik. Keikutsertaan pebelajar dan pembelajar sebagai pengguna akan memberikan nuasa tersendiri yang akan melahirkan bahan ajar yang sesuai dengan yang diinginkan dengan kondisi yang ada dilapangan, dan motivasi yang tinggi karena merekalah yang menentukan apa dan bagaimana isi bahan serta cara mempelajarinya.
Permasalahan yang nampak dari pemanfaatan bahan ajar yang tidak memperhatikan kebutuhan pengguna adalah pembelajar merasakan isi materi/bahan ajar terlalu padat, kosakata yang dipakai masih asing bagi pebelajar sehingga sulit dipahami, materi ajar kurang menampilkan muatan local. Permasalahan lain dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang diungkapkan oleh Wigati salah satu guru bahasa Inggris di SMP Hasannudin yaitu pebelajar merasakan sulit memahami materi karena materi yang tersaji mengunakan Bahasa Inggris semua dan tidak ada penjelasan lain yang dapat memudahkan untuk belajar secara mandiri. Di sisi lain pebelajar juga merasa bosan dengan cara penyampaian yang kurang menarik. Melihat permasalahan tersebut maka sangat diperlukan pengembangan paket pembelajaran Bahasa Inggris yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa paket pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris yang terdiri dari bahan ajar dan panduan pembelajaran. Paket pembelajaran ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pebelajar sebagai pengguna dan dapat dijadikan bahan ajar alternative disekolah.
Pengembangan paket pembelajaran Bahasa Inggris ini menggunakan model R2D2. Hal ini dikarenakan model R2D2 model yang melibatkan langsung pengguna dalam penyusunan bahan ajar. Model ini memiliki tiga fokus utama dalam pengembangan yaitu: define focus, design and development focus dan dissemination focus. Ketiga focus ini ini dijadikan tahapan-tahapan tidak baku dalam pengembangan paket pembelajaran dalam arti pengembangan dapat dimulai dari tahapan mana saja dan tidak harus berurutan secara linier. Selain itu model R2D2 ini juga memiliki beberapa prinsip yang menjiwai pengembangan yaitu recursive, reflective, dan participatory.
Untuk mendapatkan produk pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna maka dilakukan ujicoba, guna mendapatkan data-data untuk penyempurnaan produk. Ujicoba dilakukan dengan meminta masukan dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, ujicoba perorangan, ujicoba kelompok kecil dan ujicoba lapangan.
Hasil ujicoba dari ahli isi mata pelajaran didapatkan 73% untuk bahan ajar dan 71% untuk panduan pembelajaran, hal ini menunjukan persentase kelayakan baik / menarik/ sesuai/ efektif.. Selanjutnya hasil ujicoba ahli desain pembelajaran diperoleh 71% untuk bahan ajar dengan kualifikasi baik / menarik/ sesuai/ efektif dan 63 % untuk panduan pembelajaran dengan kualifikasi baik / menarik/ sesuai/ efektif. Ujicoba ahli media pembelajaran diperoleh 87% hal ini menunjukan sangat baik/sangat menarik /sangat sesuai dan sangat efektif. Hasil ujicoba perorangan menunjukan ada beberapa kesalahan ketik, kesalahan tanda baca dan ada beberapa yang harus diperbaiki. Hasil ujicoba kelompok kecil untuk bahan ajar diperoleh 77 % dan panduan 78% untuk panduan ini berarti persentase kelayakan paket pembelajaran berada pada kualifikasi baik / menarik/ sesuai/ efektif. Hasil ujicoba lapangan untuk bahan ajar diperoleh 81% dengan kualifikasi sangat baik/ sangat menarik/ sangat sesuai/ sangat efektif sedangkan panduan pembelajaran diperoleh 78% dengan kualifikasi dengan kualifikasi baik / menarik/ sesuai/ efektif. Revisi dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan paket pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pebelajar.
Paket pembelajaran yang dihasilkan dibuat untuk kebutuhan pengguna saat itu, sehingga dalam pemanfaatan lebih lanjut perlu diadakan revisi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Saran dalam penggunaan produk lebih lanjut yaitu agar bahan ajar dilengkapi dengan bahan-bahan yang dianggap penting dan mampu membuat pebelajar lebih faham akan materi, bahan ajar juga dilengkapi dengan media elektronik untuk menunjang ketrampilan listening dan speaking serta penggunaan strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan peran pebelajar.